Sabtu, 11 Februari 2012

Merayakan ASI, Merayakan Kasih, Cinta, dan Kehidupan *surat cinta buat belahan jiwaku: Attaradipka Altair*


Kuis TATC dalam rangka ulang tahun Kasih dan putra-putri member TATC yang berulang tahun di bulan Januari

Nak, kelak suatu saat kau akan bertanya pada bunda apakah makna “kasih”? Senyampang yang bunda pahami kasih itu tak pernah bersyarat, Sayang. Ia memberikan rasa hangat dan juga pengertian. Lalu bagaimana dengan “cinta”, Bunda? Selama ini yang bunda pernah rasakan cinta itu seperti cupcake, cantik di luar dan lembut di dalam, topingnya berupa penghargaan dan kesetiaan.

Sejurus kemudian kau pun menjawab: bagaimana dengan wujud kasih dan cinta antara orangtua dengan anaknya? Bunda ingin berkata sejujurnya, Nak, saat hadir ke dunia ini kamu tak langsung mengenali sumber kehidupanmu pertama kali, kau tahu apa itu, Nak, yaitu air kehidupan yang diciptakan sempurna oleh Sang Maha Pencipta.

Nak, Bunda telah berusaha dengan sekuat dan semampu bunda. Apapun telah bunda lakukan, mulai dari menjalankan tips dan trik menyusui dari petugas kesehatan, memompa berjam-jam, dan makan segala makanan pelancar ASI, tapi tetap tidak bisa mencukupi dahagamu. Dengan segala keterbatasan ini, Bunda tetap tidak menyerah untuk memberikanmu ASI meski tidak sepenuhnya . Sebab bunda yakin tak ada kasih sayang lain yang dapat menggantikan ASI.

Kau tahu mengapa bunda berkata seperti itu, sebab ketika menyusui tak hanya ikatan kuat nan abadi terjalin antara bunda dengan anak tetapi juga babak kehidupan baru dimulai. Dengan memberikan ASI semua energi kasih dan cinta mengalir tak pernah mengenal batas waktu. Menyusui adalah penanda proses kehidupan baru dimulai bagi bayi. Sudah sepatutnya jika seorang perempuan ‘merayakan’ dengan semangat kasih dan penuh cinta serta kegembiraan dalam member ASI.

Sekian dulu surat cinta ini bunda tulis, Nak. Semoga kelak saat dewasa dan seiring berjalannya waktu kau akan memahaminya. Salam hangat dari bunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar