Rabu, 27 Juli 2016

Precious Time With You

Dear Attar...

Apa kabar? Bunda berharap kamu selalu sehat dan semangat menjalani kegiatan baru kamu di TK-B, di sekolah barumu, sekolah pilihanmu di tempat kelahiranmu.

Memang sekarang Bunda tak bisa lagi seperti dulu mengantar dan menjemput tiap hari karena kita terpisah jarak. Namun, bukan berarti kita terpisah hati kan Nak, suatu saat nanti kamu akan paham dengan situasi ini.

Oiya Bunda sudah terima weekly report dari guru kamu, Nak. Alhamdulillah di minggu pertama masuk sekolah kamu bisa melalui dengan baik, cepat beradaptasi dan semangat mengikuti kegiatan demi kegiatan. Mulai dari menggambar, olahraga, science dan komputer semua bisa diikuti.

Mengetahui keceriaanmu melalu ponsel sungguh membahagiakan, mendengar celotehmu yang makin kritis dan tak terduga teramat mengharukan.

Tahukah, Nak saat Bunda bisa mendengar suaramu adalah saat yang sangat berharga -beginikah rasanya berjauhan dengan kesayangan. Meski setelah telpon ditutup dan didahului salam khasmu, kembali ada yang sesak, bergetar di dada ini. Berharap bisa seharian kita bercerita, saling bertukar perasaan. 

Bunda berdoa semoga kita bisa melalui ini dengan baik, Bunda percayakan penjagaanmu pada Dia Sang Maha Pelindung.

Salam sayang
Bunda

Senin, 18 Juli 2016

Deret Asa di Hari Pertamamu Masuk Sekolah

Dear Attar....

Hari ini jagat maya ramai menampilkan foto-foto euforia saat para orangtua riuh mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah, mulai dari foto, ekspresi kebahagian dan pernak-pernik sekolah. Sejak kemarin bunda menguatkan hati untuk melihat parade foto itu, Nak. Sebab bunda tak kuasa menahan kesedihan manakala menghadapi kenyataan tahun kedua tak bisa mengantarkanmu sekolah. Tahun lalu saat masuk ke TK A kamu diantar oleh Mbah Kakung, tahun ini saat kamu sudah TK B diantar oleh Ayah.

Maafkan Attar...

Mungkin klise nak, Bunda hanya bisa menulis bercampur getir minta maaf padamu karena tak jadi bagian dari mereka yang dengan penuh sukacita dan excited saat mengantarkanmu ke sekolah, bahkan peran bunda pun tak ada apa-apanya saat kamu masuk kelas TK B. Apa yang sedikit Bunda lakukan mungkin tak bisa memberikan bekas ingatan di kepalamu.

Dear Attar...

Kelak suatu saat nanti kamu dewasa dan membaca tulisan ini, kamu akan mengerti bahwa deretan alasan yang Bunda berikan -yang tak akan cukup- akan tetap bunda tuliskan. Tahukah Nak, bahwa seorang dokter tak bisa mengobati dirinya sendiri, bahwa seorang bidan belum tentu bisa melahirkan sendiri dan seorang tukang cukur belum tentu cekatan memotong rambutnya sendiri.

Begitulah Nak, seorang pewarta belum tentu bisa melakukan apa yang ditulisnya. Saat Bunda begitu semangat menuliskan manfaat hari pertama masuk sekolah jika diantarkan orangtua. Bunda ternyata tidak bisa melakukannya. Semoga ya Nak, semoga apa yang bunda sampaikan bisa menggugah banyak orangtua, masih sedikit bisa memberi manfaat yang suatu hari nanti -mungkin-bisa membuatmu bangga.

Baiklah Nak, di tengah gempuran tulisan yang masuk, saat bunda dapat jawaban dari wali kelasmu kalau kamu sudah bisa beradaptasi dengan baik di hari peratama, ikut menyanyi dan menggunting kertas, bunda turut bahagia membacanya. Semoga selalu semangat menuntut ilmu, menemukan hal baru setiap harinya bersama dengan guru-guru dan teman-temanmu.

Akh Bunda malah jadi baper lagi saat teringat dua tahun lalu mengantarmu pertama PAUD, bukan cuma ekspresi bahagiamu, bahkan apa yang kamu pakai bunda masih sangat ingat, bunda selalu detail bikin kamu tampil menarik hehe. Selamat Belajar Sayang, doa Bunda tak pernah henti untukmu.

Salam Sayang
Bunda

Rabu, 29 Juni 2016

Kulit Sehat dan Lembab Saat Berpuasa, Dambaan Kita Semua



Pertanyaan buat saya dan mungkin perempuan pada umumnya:

Pernah mengalami kulit kering? Baik karena sinar matahari atau terpapar AC seharian di ruang kerja? Pernah mengalami kulit pecah-pecah dan kurang nutrisi? Yess, saya pernah, sering malah.

Nah, apalagi momen saat ini adalah bulan berkah Ramadan, bulan yang ditunggu oleh banyak orang, so tidak hanya persiapan secara batin juga tetapi kulit juga perlu disiapkan agar tetap segar selama menjalankan ibadah puasa.

Tahukah ladies? Kulit punya peran vital bagi tubuh kita, sebab kulit adalah organ terbesar yang melapisi tubuh dan berperan sebagai tolok ukur kesehatan secra keseluruhan. Mengutip dari jurnal Nutrition Review seiring dengan aktivitas harian kulit manusia kehilangan cairan sebanyak ½ liter setiap hari yang dapat menyebabkan kulit kering, kebayang kan?

Kalau kita berpuasa, faktanya tubuh baru mendapat intake cairan pada sore hari hingga resiko kulit kering atau bahkan dehidrasi kulit menjadi lebih tinggi. Untuk itu, perlu kita perhatikan meski cairan berkurang tetapi kulit tidak kering.

Sebab menurut dr Melyawati Hermawan, SpKK jika kondisi kulit kita kering dapat berujung pada kulit menjadi lebih sensitif, mudah gatal dan terluka iritasi, tampak kusam dan memiliki risiko muncul garis halus atau penuaan dini. Duh, pasti gak mau kan?

Banyak cara menyiasati agar kondisi kulit kering saat berpuasa, misalnya mengurangi paparan suhu panas baik dari sinar matahari atau mandi dengan air panas, cukup minum saat sahur dan berbuka serta tentu saja memperbaiki kelembapan kulit dengan perawatan tubuh sesuai yang cocok dengan kulit kita.  Cetaphil, One For All untuk Kulit Sehat Perempuan


Perlu dipahami ladies, bahwa minum air putih yang cukup dibutuhkan oleh tubuh untuk hidrasi, namun karena aktivitas harian kita, perlu dong bantuan perawatan kulit agar tetap segar. Nah, kalau saya sendiri sudah sekitar dua minggu menggunakan Cetaphil untuk melengkapi treatment saya agar kulit tetap segar meski intake cairan berkurang.

Pasti banyak yang belum kenal ya dengan Cetaphil?

Jadi begini Ladies, Cetaphil adalah produk perawatan kulit yang sejak dulu telah terbukti memberikan solusi perawatan kulit dengan tepat. Produk yang paling populer –yang sudah ada di genggaman saya- adalah cetaphil Gentle Skin Cleanser yang dibuat sejak tahun 1947.

Cetaphil sudah diformulasikan oleh ahli kulit sebagai produk yang lembut dan cocok untuk semua jenis kulit, dikembangkan dan diuji ketat secara klinis agar memberikan kualitas yang terbaik bagi para konsumen.

Nah, gak perlu khawatir kan, mau kulit kamu sensitif, berjerawat -kaya saya- atau kering tetap bisa pakai produk ini. Tak heran karena cocok di semua jenis kulit termasuk perempuan Asia pastinya produk ini direkomendasikan oleh dokter kulit dan para ahli kecantikan.

Membersihkan kulit adalah salah satu langkah paling penting jika Anda ingin menjaga kulit agar tetap sehat dan terlihat muda. Membersihkan kulit secara efektif dapat meningkatkan kualitas kulit dan membuat kulit lebih cerah. Cetaphil Gentle Skin Cleanser lembut, tidak menyebabkan iritasi, bebas sabun dan bebas parfum. Juga mudah dibilas, menjaga kulit bersih, dan lembab.

Selengkapnya bisa mampir ke Cetaphil 




Senin, 06 Juni 2016

Perempuan dan Diet




 “Haiii kamu kok sekarang gemukan sih,” 

Pernahkah kamu dapat sapaan khas seperti itu dari seorang kawan? Entah bertemu di suatu jamuan dan tidak sengaja berpapasan di lift atau di pusat perbelanjaan? Gimana rasanya? Baper nggak? Gimana kalau ditanya begini: “Hai kamu sekarang langsingan yaa” Muka tersipu-sipu gak? Lebih suka yang mana hey ladies?

Siapa yang tidak suka mendapati pertanyaan kedua? Pertanyaan selanjutnya pastilah seputar bagaimana tips menurunkan berat badan alias diet. “Hey kamu pakai diet apa, bagi-bagi dong tipsnya” Begitulah dan kita sudah harus siap membagi tips diet yang sudah berhasil membuat teman-teman kita memuji penampilan kita.

Pernah melakukan diet? Diet apa saja yang sudah dilakukan? Bagaimana hasilnya?

Jadi perempuan era sekarang banyak sekali tuntutan, baik ketika ia masih lajang maupun saat menikah. Salah satu ‘tuntutan’ yang mau tidak mau atau suka tidak suka adalah soal bentuk tubuh ideal, terlebih bagi perempuan yang  sudah pernah melahirkan. Lalu dipilihlah banyak cara yang terkadang tak hanya merogoh kocek tak sedikit sampai risiko-risiko yang muncul karena diet tak tepat. 

“Duh lihat deh itu selebgram, abis lahiran kok cepat banget langsingnya,” atau aksi selfie seleb facebook “Duh cocok banget pakai baju model begitu, pas dengan bentuk tubuhnya kalau aku yang pakai gimana ya”. Demikian dunia maya pun punya kontribusi bangunan yang ideal atas pencapaian tubuh perempuan yang diterima banyak orang.

Untuk mendapatkan berat badan seimbang dan perut langsing, umunya perempuan melakukan berbagai macam diet. Mereka harus menahan diri terhadap makanan-makanan enak selama berhari-hari. Mulai dari makanan berlemak, berkafein dan bertepung. Duh makanan enak semua itu, bisa gak ya, bisa gak ya (itung kancing).
Tak bisa dimungkiri, sebagian besar perempuan cenderung kurang percaya diri dengan kondisi tubuh yang kurang ideal. Sehingga meraka akan berusa keras melakukan diet tanpa pengetahuan yang memadai tentang diet yang baik dan sehat bagi tubuh.
Jenis dan ragam diet mulai bertebaran menggoda perempuan, mulai cara instan konsumsi obat-obatan diet yang diklaim aman hingga menjadikan diet sebagai bagian gaya hidup. Yah, kita diet tak semata lagi soal berat badan tapi masuk jajaran sosialita karena menjadikan diet sebagai bagian gaya hidup. Pilih Diet Sesuai Kebutuhanmu, Dietmu Gayamu
Diet gaya hidup yang pertama kita kenal dengan Food Combining (FC), salah satu metode yang dipopulerkan oleh pakar kuliner Wied Harry dan dikampanyekan oleh Erikar Lebang.  Prinsip besar FC adalah mengurangi karbohidrat dengan mensubtitusi buah dan sayur. Semisal untuk pagi disarankan sarapan buah dan siang perbanyak asupan sayuran. 

Belum selesai nge-FC –istilah kerennya- perempuan ditawarkan lagi dengan pola diet yang lebih mudah bernama: Diet Akhir Pekan, wih apapula diet macam ini. Aturannya  agar dapat berat badan impian Anda, diet rendah kalori dimulai di sabtu pagi dan berakhir minggu malam. Dengan diet ini kita diiming-imingi  bisa kehilangan 2-3 kg lemak di tubuh dan mendapatkan perut yang rata. Hati-hati tidak disarankan melakukan lebih dari dua hari untuk kesehatan.
Lalu, pernahkah Anda mendengar Diet Golongan Darah? Ternyata masing-masing golongan darah punya peraturannya masing-masing mengenai makanan apa yang dapat dikonsumsi dan olahraga apa yang paling efektif. Mari kupas satu per satu program diet yang diciptakan oleh Peter J. D’Adamo ini.
Golongan darah A: Memiliki sistem imun yang sensitif, oleh karena itu pemilik golongan darah A harus menghindari daging. Mereka disarankan mengonsumsi buah dan sayuran segar, kacang-kacangan, dan gandum utuh
Golongan darah B: Tidak disarankan untuk mengonsumsi jagung, gandum, kacang-kacangan, tomat, dan daging ayam. D’Adamo lebih menyarankan sayuran hijau, telur, dan ikan.
Golongan darah AB: Menurut D’Adamo, pemiliki golongan darah AB harus menghindari kafein, alkohol, dan rokok. Makanan yang disarankan adalah tofu, seafood, dan sayuran hijau.
Golongan darah O: Menurut D’Adamo golongan darah ini rawan terkena penyakit pencernaan, oleh sebabnya makanan yang dianjurkan haruslah yang kaya protein dan serat seperti sayur, kacang-kacangan, keju, susu, dan ikan.
Namun masih banyak perdebatan mengenai efek diet golongan darah. Penelitian yang sudah ada mengatakan bahwa diet golongan darah tidak memberikan manfaat signifikan bagi mereka yang menjalankan. Program diet ini tidak mengajarkan kepada mereka yang menjalankan tentang arti gaya hidup sehat yang sesungguhnya, karena mereka hanya mengikuti apa yang sudah tertulis tentang masing-masing golongan darah. Nah kan, mulai galau!
Mau diet tapi tetap ada aturan boleh makan banyak? Namanya adalah Eat Clean Diet. Program diet yang dicetuskan oleh Tosca Reno ini memungkinkan Anda makan banyak, dengan catatan makanan tersebut tidak melewati masa proses apapun. Sebagai contoh, Anda bisa makan tomat, tapi harus menghindari saus tomat. Menurut Tosca, makanan yang sudah diproses pasti ditambahkan bahan kimia seperti pemanis buatan dan pengawet. Diet ini juga menganjurkan Anda untuk minum minimal delapan gelas air per hari.
Jenis diet ini juga memiliki banyak variasi menu vegetarian. Tosca juga mengatakan bahwa ada banyak makanan sumber protein yang bukan berupa daging seperti kacang polong, kacang kedelai, telur, serta quinoa (sejenis tanaman biji-bijian).
Kelemahan dari diet ini adalah biaya yang harus Anda keluarkan cukup tinggi, karena bahan makanan organik, minyak rendah kolesterol, dan daging pilihan harganya lebih mahal. Tuh kan giliran yang enak, ngeluarin kocek juga gak sedikit kan!. Gimana masih mau lanjut?
Jangan putus asa masih ada tawaran diet menarik yang sudah teruji. Namanya adalah Diet General Motor (GM). Lho kok? Iya memang pertama kali digagas khusus untuk para pegawai di perusahaan General Motors, Amerika Serikat.
Program diet 7 hari ini diuji lapangan oleh John Hopkins Research Center dan dirancang untuk menurunkan berat badan sekitar 5-8 kg dengan aman dalam satu minggu. Diet GM juga bersifat detoksifikasi serta memperbaiki pola makan serta emosi.
Diet GM merupakan program diet selama 7 hari penuh dengan menu jenis makanan yang berbeda setiap harinya. Selama masa diet harus minum air putih minimal 10 gelas setiap hari dan tidak minum alkohol selama program diet berlangsung.
Berikit bocoran menu per hari selama 7 hari:
- Hari pertama: buah-buahan, kecuali pisang.
Di hari pertama ini hanya dibolehkan makan buah-buahan. Buah apa saja kecuali pisang. Boleh makan hingga kenyang. Sangat disarankan mengonsumsi lebih banyak buah melon dan semangka.
- Hari kedua: sayur-sayuran.
Apa saja baik mentah maupun matang. Bisa dimasak tumis, sup ataupun rebus. Dibuat pecel juga boleh asal bumbu kacangnya terbatas. Tidak ada batasan jumlah ataupun tipe sayuran dan boleh makan hingga kenyang.
- Hari ketiga: sayur dan buah.
Di hari ketiga bisa mencampur menu sayuran dan buah-buahan. Tidak ada batasan jumlah dan boleh sebanyak yang diinginkan. Tetapi tetap tidak boleh mengonsumsi buah pisang.
- Hari keempat: pisang dan susu.
Di hari keempat konsumsi pisang sejumlah 8 buah pisang serta 3 gelas susu. Tidak mengonsumsi jenis makanan lain. Bila Anda alergi terhadap susu sapi (Lactose intolerance), bisa diganti dengan susu kedelai. Bila Anda tidak suka makan pisang, bisa diganti dengan jambu klutuk mateng, buah kiwi, atau melon.
- Hari kelima: daging atau fillet ikan dan tomat. 
500 gr daging sapi dan 6 buah tomat menjadi menu utama di hari kelima. Daging hamburger atau meal ball dibolehkan. Tingkatkan konsumsi air putih untuk membersihkan sistem pencernaan. Daging sapi bisa diganti dengan daging ayam tanpa kulit atau tempe bagi yang vegetarian. Bila Anda tidak suka tomat ganti dengan belimbing manis.
 Hari keenam: daging atau fillet ikan dan sayuran. 
Di hari keenam boleh memakan kombinasi sayuran dan daging atau ikan (file) dalam jumlah yang tidak dibatasi.
- Hari ketujuh: beras merah, jus buah, dan sayuran.
Di hari terakhir diet mulai kembali ke pola makan yang biasa dengan menu beras merah, jus buah serta sayuran. Cara ini cukup Anda lakukan sekali sebulan. Diet GM bisa menjadi salah satu solusi untuk mereka yang butuh diet dengan penurunan berat badan secara cepat tanpa harus mengkhawatirkan rasa lapar ataupun bosan karena diet yang monoton. Menarik nggak yang ini? 

Ketika Cantik Bukan Lagi Mitos



Siapa sebenarnya yang disebut perempuan cantik?
Dia yang memiliki kulit kuning kemilau gadis-gadis di film-film drama romantis Korea? Atau gadis-gadis Eropa yang bermata bulat warna biru?
Atau mungkin yang semampai beralis tebal, berhidung tinggi, serta memiliki rambut ikal menjuntai khas gadis Turki, yang juga sedang marak di layar gelas?  Cek saja ada Cinta Elif, ada Antara Nur dan Dia. Atau ada yang lain?
Ah tetiba ingat seorang rayuan abang penjual baju di lantai bawah Kalibata City, waktu saya fittingjaket, dia bilang “Cocok mba, seperti gadis Turki.”
What? seketika saya ngakak dan untung tidak GR.
Satu lagi taktik marketing, bahwa sebagian besar perempuan senang dipuji, maka cara merayu mereka adalah dengan pujian. Setelah jadi komoditi iklan, film, dan sinetron, cantik bisa jadi komoditas buat para pedagang meraup untung. Terlepas bahwa cantik itu subjektif bagi mereka:Kamu cantik dengan produk saya.
Bergeser sejenak ke masa  lalu, rasanya saya masih ingat betul bahwa dalam teks book pelajaran Bahasa Indonesia era tahun 90-an, perempuan cantik adalah yang berambut mayang terurai, berbibir merah bak delima, kulit bak langsat, betis bak bulir padi.
Jujur nalar saya waktu itu membayangkan bahwa perempuan cantik ya seperti itu apalagi divisualisasikan lebih nyata dengan mainan boneka barbie dan bongkar pasang yang juga menggambarkan perempuan cantik lengkap dengan baju-baju pestanya.

Lebih Rela Pakai Kw atau Ori?






Timeline saya hari ini mendadak penuh dengan share dari sebuah media yang menampilkan foto-foto kegiatan Departemen Hak Kekayaan Intelektual Pemerintah Thailand. Mereka memusnahkan barang-barang KW alias imitasi. 

Jagat grup emak-emak pun gempar kok bisa? Ya bisalah bayangin bok, itu tas-tas KW merek brand terkenal masih mulus, kinyis, mau dihancurkan pakai mesin penghancur. Bukan hanya tas, ada pula tas, sepatu dan aksesoris lainnya. Aw tidak, pengen banget bilang: “sinih buat gue ajah!” 

Duh, gak rela lihatnya?

Ratusan komen bernada mupeng sampai menggurui pun tak urung memenuhi kolom postingan media tersebut, belum lagi yang membagikannya ke timeline mereka. Semua kekeh dengan pendapat masing-masing. As always lah ya, pro kontra pasti ada. 

Tapi kebanyakan gak rela sih, wajar lah, manusiawi kan saat ngedapetin barang itu kudu merogoh kocek dalem-dalem, nabung di botol air mineral bahkan –ini sih curcol-, nah ini dengan datarnya main dihancurkan begitu saja. 

Benerkah gak rela? Boleh tanya, lebih gak rela mana kalau kita terus menerus memaksa agar image kita terlihat baik hanya karena pakai barang dengan brand kesohor tapi tapi itu KW? Ada gak kebanggaan? Atau sekadar jaga gengsi? Menjaga nyinyiran orang, masa’ kerja di situ kok begini, masa pengusaha kok tampilannya gak modis dan sederet masa’ lainnya. Beti yah alias beda tipis. 

Gak usah jauh-jauh lah saya mencontohkan orang lain. Saya –tunjuk diri sendiri- gak menutup keadaan kalau masih suka kalap lihat barang-barang KW dengan brand ituuuh yang nyebutnya aja saya masih suka salah. Masih suka bergumam: Ya ampun ada garage sale barang bermerek, kapan lagi coba kalau gak beli sekarang –tutup muka pakai daster-. 

Benar banget jika ada meme yang bilang: “Menurut hukum fisika, tekanan berbanding lurus dengan gaya, jadi kalau hidupmu banyak tekanan, mungkin karena kamu kebanyakan gaya”

Fakta yang gak bisa dimungkiri bahwa barang bermerek ori tentu sangat mahal, maka jika banyak dari kita melirik barang KW kadang tak terelakkan. Hukum pasar pun berlaku. Banyak produsen yang memproduksi barang dengan model plek ketiplek seperti impian konsumen. Gak cuma di toko-toko sekitar kita, tapi juga via online shop yang bertebaran di media sosial. 

Sebagai contoh, tas. Merujuk salah satu perancang tas kenamaan Hanny Danani, tas KW yang ditawarkan di pasaran ada berbagai macam kualitas. Mulai KW premium dan KW 1 (buatan luar negeri: Hongkong, Korea dan China) dan KW 2 (buatan lokal). Nah tas yang paling banyak ditiru ialah merek LV, Chanel, Hermes, Gucci, Chloe, Botega Venneta dan Prada. 

FYI, tas ori dibuat dari kulit asli, sementara si KW1 dan KW 2 dibuat dari bahan kulit sintetis. So, wajar kan kalau tas KW1 dan KW2 dibandrol dengan harga jauh lebih terjangkau. Even sama-sama hitam misalnya, kepekatan warna susah buat dipalsukan.

Tunggu dulu, pembedanya gak cuma soal harga dan bahan kulit lho. Struktur tas keseluruhan, resleting, kualitas jahitan, tas pembungkus (dustbag), pelapis dalam tas, nomer seri sertifikat hingga protective metal base. Amazing kan? Detail banget kalau barang ori mah. 

Kembali ke soal kekayaan intelektual, sebesar apa sih kita menghargai produk asli atau kerap kita sebut ORI? Kita ngeshare berita-berita tentang produk asli Indonsia tetapi kalau kita tengok tas atau sepatu masih bertengger merek luar –meski KW-. Saya suka salut sama mereka yang dengan bangga mengenakan tas dan sepatu etnik khas Nusantara. Sungguh.

Begitulah nyatanya, kudu berani bilang rela pakai produk asli Indonesia, kalau gak sanggup beli ya tahan, kalau gak kuat dan kebayang-bayang terus –sampai mungkin gak bisa tidur- ya nabung lah dikit-dikit. Bergayalah sesuai gaya dan kemampuan kita, tsaaah –ngomong mah gampil ya- kalau pun memilih belanja barang yang terjangkau silakan ke pasar tradisional, salah satu cara juga ikut melestarikan pasar tradisional kan.

Padahal saya menulis ini sembari menatap nanar tas warna navy blue di laci bertuliskan ‘Steve & Co’. Terekam dengan jelas waktu beli di bilangan Kalibata, harga asli Rp699.000,- jadi Rp150.000,- Mana tahan coba!

Ampun bang, Hayati gak lagi-lagi deh tergiur barang KW, SEMOGA!   

Taken pic: Istimewa    

Kamis, 18 Februari 2016

Secangkir Kopi dan Sekat pun Menghilang

  


Malam tak akan pernah habis ketika langkah kaki menginjakkan lantai demi lantai pelataran apartemen yang cukup kesohor di kawasan Kalibata. Para penghuni lalu lalang tanpa menatap ke depan. Ada yang asyik dengan gadget, ada yang sibuk dengan barang bawaan, dan ada yang melangkah lurus ke depan. Ya, kalau kamu singgah di sini hari terasa tak berganti.

Dari sekian banyak kunjungan ke banyak kedai kopi, baru kali ini aku merasakan nuansa yang berbeda. Angin mendesir, melandai dari ruang bangunan yang menjulang. Minum kopi di bawah angkuhnya bangunan apartemen megah dan tinggi, seolah memberi tanda bahwa ada jarak di antara penghuni dengan pengunjung yang datang.

Entah mengapa stigma yang terbangun pada penghuni apartemen begitu melekat bahwa mereka cenderung hanya mengurus diri mereka sendiri, tanpa bersapa-sapa dengan “tetangga” kamar pun dengan para tenan usaha di lantai paling bawah.

Tapi anggapan itu seketika runtuh, manakala saya bisa bertegur sapa dengan salah satu penghuni apartemen. Kamu mau tau apa yang membuat obrolan kami mengalir hangat dan tanpa beban? Yup lewat secangkir kopi di salah satu sudut tower apartemen.

Banyak yang bilang, kopi bisa membuat mencairkan suasana, menenangkan pikiran, sumber inspirasi bagi orang-orang. Ternyata tak hanya itu yang dirasakan tapi juga bisa meleburkan sekat yang selama ini begitu kuat mengakar dalam imaji. Lewat secangkir kopi batas antara penghuni dengan pengunjung apartemen seketika pudar.

Bayangkan di awal jarak itu begitu nyata, ketika kopi dingin bercampur susu di Kedai Teras -tempat kami bersua- berada dalam meja yang sama, maka obrolan kami mengalir diselingi regukan kopi sambil sesekali mengaduknya dengan es batu.

Di zaman modern ini ketika kita begitu apatis dengan fasilitas yang melenakan, ponsel yang canggih sampai-sampai ada idiom mengatakan jika ponsel menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh. Tanpa kita sadari jika kita berkumpul atau nongkrong istilah gaulnya, tangan kita tetap memegang ponsel, mata kita seringnya fokus pada layar.

Pun mengabaikan potongan-potongan cerita yang mengalir dari teman atau pasangan. Belum lagi ditambah model hunian seperti apartemen yang makin menjadikan kita sebagai manusia yang cuek –mesti tidak menimpa semua– namun gejalanya bisa kita rasakan.

Pernahkah kamu merasa ketika harapan sekadar melabuhkan rasa rindu lantaran lama tak bersua dengan kawan lama, tapi ia malah asyik dengan relasinya sendiri lewat kotak kecil bernama smartphone? Pernahkah kamu juga merasa bahwa alih-alih kamu ingin bercerita banyak wajah menatap wajah, lalu berujung lagi-lagi di layanan instant Messenger?

Mungkin jika dipikirkan tak aka nada ada habisnya. Jika semua itu tak lagi mampu kita bendung, maka secangkir kopi dengan rasa apa pun yang kamu suka, mau pakai susu atau original, mau ditambah gula atau suka dengan pahit khasnya.

Menyatulah dengan situasi itu, sebab bukan untuk dihindari melainkan belajar mengakrabi dengan secangkir kopi yang mampu membuat segalanya lebih dekat pun tak bersekat lagi. Pandanglah hangat mata lawan bicaramu, tertawalah dengan alami dan sesekali simpanlah ponsel-mu, untuk sebuah waktu yang bisa jadi tak mungkin terulang lagi. Because, we never know. 

Mari ngopi!